Rabu, 27 November 2013

Sholat Dhuha

Diposting oleh A R Y U M A di 22.19 0 komentar
SUBHANALLAH

Sholat Dhuha adalah sedekah. karena...
 "Setiap pagi, setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sedekah, maka  setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, sungguh duaraka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim). Dari Abu Hurairah, kekasihku Rasulullah telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha dan witir sebelum
 tidur. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

 “Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (H.R.Tarmiji dan Abu Majah). “Siapapun yang melaksanakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi). “Sholat dhuha itu (shalatul
 awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak onta untuk bangun karena mulai panas tempat berbaringnya". (HR Muslim).

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA
 1. Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosanya.
 2. Dia (yang shlat dhuha) termasuk golongan orang-orang yang bertaubat.
3. Akan mendapatkan pahala umrah.
 4. Termasuk golongan orang-orang ahli ibadah.
 5. Akan masuk syurga melalui pintu dhuha.
 6. Allah SWT akan mencukupi kebutuhannya pada hari itu dan ia termasuk salah seorang yang mendapatkan jaminan dari Allah SWT.
 7. Dengan shalat dhuha berarti ia telah menyempurnakan shadaqah terhadap semua anggota tubuhnya.

Bentuk Hadits

Diposting oleh A R Y U M A di 19.52 0 komentar
BENTUK – BENTUK HADITS,ada 4:

1.      Hadits Qauliyah:
a.       Menurut Bahasa: hadits yang berasal dari ucapan Rasulullah SAW
b.      Menurut Istilah:   Berita – berita Hadits yang berasal dari Rasulullah saw berisi serta mengatur berbagai aspek hidup dan kehidupan manusia mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali dalam masalah – masalah yang berhubungan dengan Aqidah,Akhlaq,Ibadah,Mu’amalah, Pendidikan,social kemasyarakatan,hukum dan politik pemerintahan dll ;yang kesemuanya itu berasal dari UCAPAN Rasulullah saw,yang berfungsi untuk menjawab pertanyaan,memberikan taushiyah,mendamaikan perselisihan ,meluruskan kekeliruan yang diperbuat oleh shahabat dll.
c.       Contoh.
2.      Hadits Fi’liyah:
a.       Menurut bahasa:hadits yang berasl dari aktifitas dan perbuatan Rasulullah saw
b.      Menurut Istilah:   Berita – berita Hadits yang berasal dari Rasulullah saw berisi serta mengatur berbagai aspek hidup dan kehidupan manusia mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali dalam masalah – masalah yang berhubungan dengan Aqidah ,Ibadah,Mu’amalah,Pendidikan,sosial kemasyarakatan,hukum dan politik pemerintahan dll ;yang kesemuanya itu berasal dari PERBUATAN Rasulullah saw,yang berfungsi untuk menjelaskan sesuatu hal secara praktis,memberikan contoh praktek tata cara pelaksanaan ibadah,membetulkan praktek yang dilakukan shahabat,menjelaskan dan merinci undang-undang al-Qur’an tentang ibadah dan mu’amalah dll.
c.       Contoh.
3.      Hadits Taqririyah
a.       Menurut bahasa:hadits yang berasal dari ketetapan Rasulullah saw
b.      Menurut Istilah:   Aktifitas/perilaku/perbuatan shahabat baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama yang belum pernah dilaksanakan, dicontohkan maupun diperintahkan oleh Rasulullah saw;ketika beliau mengetahui amaliyah shahabat tersebut hanya mendiamkannya saja dan tidak melarangnya;maka diamnya Rasul menjadi KETETAPAN HUKUM,bahwa yang dilakukan oleh shahabat menjadi sunnah Rasul.
c.       Contoh. (cerita)
1. Mengqodlo sholat sunnat fajar
2. fiestha Ingkuanxs Quaddle
3. Olah kanuragan dihalaman masjid
4.      Hadits Hammiyyah
a.       Menurut bahasa: hadits yang berasal dari harapan dan cita-cita Rasulullah saw
b.      Menurut istilah:   KEINGINAN Rasulullah saw untuk melakukan suatu amaliyah (amal perbuatan baik) agar dapat ditiru dan dicontoh oleh ummatnya sebagai investasi dihadapan Rabbul ‘Izzati,namun sayang seribu X sayang,malang tak dapat diraih untung tak dapat ditolak;keinginan tersebut belum sempat terlaksana beliau keburu menghadap kepada Yang Ngecet Lombok.
c.       Contoh.(cerita)
1.      Puasa tanggal 9 Muharrom
3 . عَنِ الْعُرْسِ بْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِىِّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا عُمِلَتِ الْخَطِيئَةُ فِى الأَرْضِ كَانَ مَنْ شَهِدَهَا فَكَرِهَهَا ». وَقَالَ مَرَّةً « أَنْكَرَهَا ». « كَمَنْ غَابَ عَنْهَا وَمَنْ غَابَ عَنْهَا فَرَضِيَهَا كَانَ كَمَنْ شَهِدَهَا. (د4ص124 ك الملاحم ب7)
98.  Dari Al 'urs bin Amirah Al Kindi radliyallahu `anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika ada satu kemaksiatan dikerjakan dimuka bumi, maka orang yang melihat lalu membencinya, dalam riwayat lain, "lalu ia mengingkarinya, ia seperti orang yang tidak melihatnya. Sedangkan bagi orang yang tidak melihatnya, namun ia ridha dengan kemaksiatan tersebut, maka ia seperti orang yang melihatnya." ( HR.Abu Dawud)

Kamis, 21 November 2013

Matan Hadits

Diposting oleh A R Y U M A di 02.39 0 komentar

42.                   عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ رَضِىَ اللهْ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ أَنْسَابَكُمْ هَذِهِ لَيْسَتْ بِسِبَابٍ عَلَى أَحَدٍ وَإِنَّمَا أَنْتُمْ وَلَدُ آدَمَ طَفُّ الصَّاعِ لَمْ تَمْلَئُوهُ لَيْسَ ِلأَحَدٍ فَضْلٌ إِلاَّ بِالدِّينِ أَوْ عَمَلٍ صَالِحٍ. (أحْمد)
وَ فِى رِوَايَةٍ : لَيْسَ ِلأَحَدٍ عَلَى أَحَدٍ فَضْلٌ إِلاَّ بِدِينٍ أَوْ تَقْوَى وَكَفَى بِالرَّجُلِ أَنْ يَكُونَ بَذِيًّا بَخِيلاً فَاحِشًا. (أحْمد)  

Dari Uqbah bin Amir bahwasanya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "sesungguhnya nasabmu (keturunanmu) ini sama sekali bukan makian/cacian  terhadap seseorang karena  sesungguhnya kamu  hanyalah anak Adam yang hampir sama kekurangan-kekurangannya, tidak mencapai kesempurnaan, seseorang tidak memiliki kelebihan kecuali berdasar (tingkat) keberagamaan (Islam) dan amal shalehnya,  Dalam suatu riwayat lain: “Semua Kamu adalah anak-anak Adam yang hampir sama kekurangan-kekurangannya, tidak mencapai kesempurnaan. seseorang tidak memiliki kelebihan atas yang lain kecuali berdasar (tingkat) agama dan ketakwaan. Cukuplah hina/rendah orang itu karena menjadi orang yang keji, bakhil lagi nista.
Dalam riwayat lain, (Rasulullah bersabda) : “Tidak ada keutamaan bagi seseorang atas yang lainnya kecuali dengan agama atau takwa yang dimilikinya. Cukuplah (kecelakaan bagi seseorang) jika ia seorang yang berkata-kata buruk, bakhil dan berbuat kekejian."(HR. Ahmad)


42. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ:   يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوكَ.(البخارى)
وَ لِمُسْلِمٍ: قَالَ: رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ؟ قَالَ: أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أَبُوكَ ثُمَّ أَدْنَاكَ أَدْنَاكَ.(مسلم)
Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa ?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Kemudian ayahmu."
Menurut riwayat Muslim, (beliau bersabda) : “seorang laki-laki seraya berkata; 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Beliau menjawab: 'Ibumu, lalu Ibumu, lalu Ibumu, kemudian bapakmu, kemudian orang yang lebih dekat denganmu,  orang yang lebih dekat denganmu (hubungan nasab).' (HR. Bukhari – Muslim).




45. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ -رَضِىَ الله ُ عَنْهُ- قَالَ : أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّدَقَةِ فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ عِنْدِي دِينَارٌ فَقَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ، قَالَ: عِنْدِي آخَرُ، قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ، قَالَ: عِنْدِي آخَرُ، قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى زَوْجَتِكَ قَالَ: عِنْدِي آخَرُ، قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى خَادِمِكَ، قَالَ: عِنْدِي آخَرُ، قَالَ: أَنْتَ أَبْصَرُ. (أبو داود)
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk bersedekah. Kemudian seorang laki-laki berkata; wahai Rasulullah, aku memiliki uang satu dinar. Kemudian beliau bersabda: "Sedekahkan kepada dirimu!" Ia berkata; aku memiliki yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan kepada anakmu!" Ia berkata; aku memiliki yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan kepada isterimu!" Ia berkata; aku memiliki yang lain. Beliau bersabda: "Sedekahkan kepada pembantumu!" Ia berkata; aku memiliki yang lain. Beliau bersabda: "Engkau lebih tahu (urutan prioritasnya)." (HR. Abu Dawud, Nasai dan Syafi`i)


57. عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ اْلأَنْصَارِيِّ -رَضِىَ الله ُ عَنْهُ- قَالَ : كُنْتُ أَضْرِبُ مَمْلُوكًا لِي فَسَمِعْتُ قَائِلاً مِنْ خَلْفِي يَقُولُ: اِعْلَمْ أَبَا مَسْعُودٍ اِعْلَمْ أَبَا مَسْعُودٍ فَالْتَفَتُّ فَإِذَا أَنَا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: لَلَّهُ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَيْهِ. قَالَ أَبُو مَسْعُودٍ: فَمَا ضَرَبْتُ مَمْلُوكًا لِي بَعْدَ ذَلِكَ.(الترمذى)
Dari Abu Mas'ud Al Anshari radliyallahu `anhu ia berkata; Aku pernah memukul seorang budakku, lalu aku mendengar seseorang yang berkata di belakangku seraya mengatakan : "Ketahuilah wahai Abu Mas'ud, ketahuilah wahai Abu Mas'ud." Maka aku pun menoleh, dan ternyata aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah lebih kuasa terhadap kamu dari engkau dari pada dia." Abu Mas'ud berkata: "kemudian aku tidak pernah lagi memukul seorang budakku setelah itu."(HR. Tirmidzi)


58. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو -رَضِىَ الله ُ عَنْهُ-مَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ. (أبو داود)
Dari Abdullah bin 'Amr radliyallahu `anhu, ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Cukuplah dosa pada orang karena ia menyia-nyiakan orang yang harus ia beri makan." (HR. Abu Dawud)


64. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِىَ الله ُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا انْتَهَى أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَجْلِسِ فَلْيُسَلِّمْ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ فَلْيُسَلِّمْ فَلَيْسَتْ اْلأُوْلَى بِأَحَقَّ مِنْ اْلآخِرَةِ. وَ للتِّرْمِذِى: إِذَا انْتَهَى أَحَدُكُمْ إِلَى مَجْلِسٍ فَلْيُسَلِّمْ فَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يَجْلِسَ فَلْيَجْلِسْ ثُمَّ إِذَا قَامَ فَلْيُسَلِّمْ. (أبو داود و الترمذى و أحْمد)

Dari Abu Hurairah radliyallahu `anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian sampai ke majlis hendaklah ia mengucapkan salam dan kemudian apabila hendak meninggalkan juga mengucapkan salam, dan yang pertama (yang sudah ada di majlis) tidaklah lebih berhak (untuk memberi salam) dari yang akhir (yang datang belakangan)."
Menurut riwayat Tirmidzi (beliau bersabda) : " Apabila salah seorang dari kalian sampai ke majlis maka ucapkanlah salam, jika dia hendak duduk, hendaklah duduk, dan apabila hendak meninggalkan maka ucapkanlah salam.(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

68. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِىَ الله ُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. وَ فِى رِوَايَةٍ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. وَ لأحْمد: حَقُّ الضِّيَافَةِ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ فَمَا أَصَابَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ.(البخارى و مسلم و أحْمد)
Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berimana kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berkata baik atau diam." Dalam riwayat lain : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi”.
Menurut riwayat Ahmad (beliau bersabda) : "Kewajiban menjamu tamu itu tiga hari, adapun selebihnya adalah sedekah." (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

72. عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: أَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِي أَنْ لاَ أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا وَأَمَرَنِي أَنْ لاَ أَخَافَ فِي اللَّهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ وَأَمَرَنِي أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ.(أحْمد)
Dari Abu Dzar radliyallahu `anhu, berkata, "Kekasihku (Rasulullah) menyuruhku untuk melaksanakan tujuh hal beliau menyuruhku untuk mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, melihat kepada orang yang di bawahku dan tidak melihat yang di atasku, menyambung silaturrahim sekalipun membelakangi (menghindar), tidak minta sesuatu kepada seseorang, mengatakan kebenaraan walaupun pahit, di dalam ketaatan kepada Allah tidak merasa takut terhadap celaan orang yang mencela, dan memperbanyak ucapan ‘Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahi’ (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah) ', karena itu semua termasuk simpanan kekayaan di bawah Arsy." (HR. Ahmad)


78. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ الله ُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ - قَالَ - تَعْدِلُ بَيْنَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِى دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَتُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ. (مسلم)
Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap ruas tubuh manusia wajib atasnya sedekah setiap hari selama matahari masih terbit. Beliau bersabda : Engkau mendamaikan dua orang yang berselisih itu sedekah,  engkau menolong orang dalam berkendaraan yaitu engkau mengangkutnya atau menaikan barangnya ke atas kendaraan itu sedekah, ucapan atau tutur kata yang baik itu sedekah, setiap langkah yang engkau lakukan untuk menunaikan shalat (berjama`ah di masjid) itu sedekah dan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan itu sedekah." (HR. Muslim)ز

81. عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِصْلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ. و للترمذى: صَلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ. لاَ أَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّيْنَ.(أبو داود و الترمذى و أحْمد).
Dari Ummu Darda dari Abu Darda ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah kamu aku beritahu akan sesuatu yang lebih utama daripada derajat puasa, shalat dan sedekah?" mereka menjawab, "Tentu ya Rasulullah." Beliau bersabda: "Mendamaikan perselisihan/memperbaiki hubungan sosial dan rusaknya hubungan sosial adalah penggundul."
Menurut riwayat Tirmidzi, (Beliau bersabda) : " yaitu mendamaikan perselisihan /memperbaiki hubungan sosial, karena rusaknya hubungan sosial dialah penggundul."
"Aku tidak mengatakan; menggundul rambut, tapi menggundul (perusak) agama." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad).
Sumber : Kitab Tijan fie Syu’abil Iman

Rabu, 20 November 2013

Asmaul Husna

Diposting oleh A R Y U M A di 08.15 0 komentar
99 ASMAUL HUSNA

1 Allah (الله) The Greatest Name
2 Ar-Rahman (الرحمن) The All-Compassionate
3 Ar-Rahim (الرحيم) The All-Merciful
4 Al-Malik (الملك) The Absolute Ruler
5 Al-Quddus (القدوس) The Pure One
6 As-Salam (السلام) The Source of Peace
7 Al-Mu'min (المؤمن) The Inspirer of Faith
8 Al-Muhaymin (المهيمن) The Guardian
9 Al-Aziz (العزيز) The Victorious
10 Al-Jabbar (الجبار) The Compeller

11 Al-Mutakabbir (المتكبر) The Greatest
12 Al-Khaliq (الخالق) The Creator
13 Al-Bari' (البارئ) The Maker of Order
14 Al-Musawwir (المصور) The Shaper of Beauty
15 Al-Ghaffar (الغفار) The Forgiving
16 Al-Qahhar (القهار) The Subduer
17 Al-Wahhab (الوهاب) The Giver of All
18 Ar-Razzaq (الرزاق) The Sustainer
19 Al-Fattah (الفتاح) The Opener
20 Al-`Alim (العليم) The Knower of All

21 Al-Qabid (القابض) The Constrictor
22 Al-Basit (الباسط) The Reliever
23 Al-Khafid (الخافض) The Abaser
24 Ar-Rafi (الرافع) The Exalter
25 Al-Mu'izz (المعز) The Bestower of Honors
26 Al-Mudhill (المذل) The Humiliator
27 As-Sami (السميع) The Hearer of All
28 Al-Basir (البصير) The Seer of All
29 Al-Hakam (الحكم) The Judge One
30 Al-`Adl (العدل) The Just

31 Al-Latif (اللطيف) The Subtle One
32 Al-Khabir (الخبير) The All-Aware
33 Al-Halim (الحليم) The Forbearing
34 Al-Azim (العظيم) The Magnificent
35 Al-Ghafur (الغفور) The Forgiver and Hider of Faults
36 Ash-Shakur (الشكور) The Rewarder of Thankfulness
37 Al-Ali (العلى) The Highest
38 Al-Kabir (الكبير) The Greatest
39 Al-Hafiz (الحفيظ) The Preserver
40 Al-Muqit (المقيت) The Nourisher

41 Al-Hasib (الحسيب) The Accounter
42 Al-Jalil (الجليل) The Mighty
43 Al-Karim (الكريم) The Generous
44 Ar-Raqib (الرقيب) The Watchful One
45 Al-Mujib (المجيب) The Responder to Prayer
46 Al-Wasi (الواسع) The All-Comprehending
47 Al-Hakim (الحكيم) The Perfectly Wise
48 Al-Wadud (الودود) The Loving One
49 Al-Majid (المجيد) The Majestic One
50 Al-Ba'ith (الباعث) The Resurrector

51 Ash-Shahid (الشهيد) The Witness
52 Al-Haqq (الحق) The Truth
53 Al-Wakil (الوكيل) The Trustee
54 Al-Qawiyy (القوى) The Possessor of All Strength
55 Al-Matin (المتين) The Forceful One
56 Al-Waliyy (الولى) The Governor
57 Al-Hamid (الحميد) The Praised One
58 Al-Muhsi (المحصى) The Appraiser
59 Al-Mubdi' (المبدئ) The Originator
60 Al-Mu'id (المعيد) The Restorer

61 Al-Muhyi (المحيى) The Giver of Life
62 Al-Mumit (المميت) The Taker of Life
63 Al-Hayy (الحي) The Ever Living One
64 Al-Qayyum (القيوم) The Self-Existing One
65 Al-Wajid (الواجد) The Finder
66 Al-Majid (الماجد) The Glorious
67 Al-Wahid (الواحد) The One, the All Inclusive, The Indivisible
68 As-Samad (الصمد) The Satisfier of All Needs
69 Al-Qadir (القادر) The All Powerful
70 Al-Muqtadir (المقتدر) The Creator of All Power

71 Al-Muqaddim (المقدم) The Expediter
72 Al-Mu'akhkhir (المؤخر) The Delayer
73 Al-Awwal (الأول) The First
74 Al-Akhir (الأخر) The Last
75 Az-Zahir (الظاهر) The Manifest One
76 Al-Batin (الباطن) The Hidden One
77 Al-Wali (الوالي) The Protecting Friend
78 Al-Muta'ali (المتعالي) The Supreme One
79 Al-Barr (البر) The Doer of Good
80 At-Tawwab (التواب) The Guide to Repentance

81 Al-Muntaqim (المنتقم) The Avenger
82 Al-'Afuww (العفو) The Forgiver
83 Ar-Ra'uf (الرؤوف) The Clement
84 Malik-al-Mulk (مالك الملك) The Owner of All
85 Dhu-al-Jalal wa-al-Ikram (ذو الجلال و الإكرام) The Lord of Majesty and Bounty
86 Al-Muqsit (المقسط) The Equitable One
87 Al-Jami' (الجامع) The Gatherer
88 Al-Ghani (الغنى) The Rich One
89 Al-Mughni (المغنى) The Enricher
90 Al-Mani'(المانع) The Preventer of Harm

91 Ad-Darr (الضار) The Creator of The Harmful
92 An-Nafi' (النافع) The Creator of Good
93 An-Nur (النور) The Light
94 Al-Hadi (الهادي) The Guide
95 Al-Badi (البديع) The Originator
96 Al-Baqi (الباقي) The Everlasting One
97 Al-Warith (الوارث) The Inheritor of All
98 Ar-Rashid (الرشيد) The Righteous Teacher
99 As-Sabur (الصبور) The Patient One

Sehat itu Penting

Diposting oleh A R Y U M A di 07.46 0 komentar
ARTI PENTING KESEHATAN

Kesehatan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan. Apabila badan kita sehat, maka kita pasti akan segar dan bugar . Dan salah satu caranya agar kita tetap bisa segar dan bugar adalah dengan cara berolah raga dengan hati-hati. Karena apabila kita tidak berhati-hati dalam berolah raga, nanti kita akan terkena cidera.
          Jika kita merasa capek, letih , lemah , lesu , berarti kita kekurangan ion dalam tubuh. Maka kita butuh mineral yang bisa membangkitkan tenaga dan juga makanan yang mengandung karbohidrat supaya badan kita kembali pulih tetapi pilihlah makanan yang tidak banyak megandung kolestrol seperti sate kambing  maka dari itu kita harus meruah pola makanan kita secara sehat
          Pada saat kita berolahraga jangan sekali-kali menghisap asap rokok karena kita bisa sesak nafas . Karena asap rokok banyak mengandung zat berbahaya. Jika kita sariawan, terkena infuensa, maka kita harus membeli obat, salah satu tempatnya adalah di apotik.
          Bila kita terkena penyakit dalam , atau sakit parah, maka kita harus pergi ke rumah sakit / rumah dokter yang membuka praktek. Jika memang terserang penyakit dalam maka harus di ronsen apakan penyakit itu mengenai syarafnya atau tidak. Apabila kita kekurangan glukosa, maka kita perlu di otopsi.

         


                                                     
                                                                  

Tutorial Rocket Air

Diposting oleh A R Y U M A di 07.35 0 komentar
Cara Membuat Roket Air


Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan roket:
Bahan pembuatan peluncurnya:
1.       Botol bekas mineral ukuran 1 ½ liter
2.       Kertas karton
3.       Plester plastik besar
4.       Batu atau 2 batu baterai bekas ukuran yang besar

Cara:
 1. Ambil botol mineral bekas ukuran 1 1/2 liter
2. kertas karton dibuat dalam bentuk kerucut sesuai dengan ukuran botol aqua pada bagian dasar botol, setelah itu di plester agar tidak mudah rusak. Setelah itu dipasang pada bagian dasar botol tak lupa diberi batu. Berat batu jangan terlalu berat, hanya berfungsi sebagai penyeimbang antara ujung kerucut dengan dasar pada bagian lubang botol. Di usahkan agar seimbang agar jarak tempuhnya jauh.
3. Kemudian membuat sirip dengan steroform,  ukurannya bebas bentuknya segitiga siku-siku. Lebih baik dibuat agak kecil, agar tidak mengganggu kerja roket.

Bahan pembuatan peluncur roket:
1.       Paralon
2.       Tutup paralon
3.       Dob sepeda motor
4.       Tali tis
5.       Lem paralon
6.       Karet shock beker ukuran kecil
7.       Pengunci tali tis

Prosedur pembuatan:
1.       Memotong paralon dengan ukuran 40 cm dan 50 cm
2.       Menyambungnya dengan sambungan hingga terbentuk siku2 90 derajat.
3.       Dob sepeda motor dibersihkan dari karet nya, agar mudah masuk dalam penutup paralon
4.       Setelah itu di lem dengan lem paralon
5.       Kemudian memasang tali tis pada bagian ujung paralon, di usahakan tali tis nya agak pendek dan sesuai dengan panjang tutup botol
6.       Jangan lupa tali tis tadi diikat dengan besi

Proses akhir:
1.  Mengecek paralonnya bocor atau tidak dengan cara menutup pada ujung paralon kemudian di isi dengan air, lalu di pompa.
2.   Cek pula pada bagian sirip, apakah sudah kuat atau belum, jangan lupa sirip dilem dengan lem steroform, agar kuat dan tidak mudah patah
3.   pilih steroform yang agak tebal kurang lebih 2 cm
4.   jangan lupa dalam percobaan, roket nya dibuat agak banyak

 

YoomA Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos